Selasa, 10 Februari 2015

Siapa Yang Salah dan Siapa Yang Kalah ?

Sekarang siapa yang kalah ?
Menatap hadirku saja enggan, apalagi menatap mataku. Padahal aku hanya lewat dimuka wajah polosmu sekilas, tapi dirimu tetap memalingkan muka. Jika memang ingin melihat, mungkin saja hanya memasang wajah datar, senyummu ? tersunggingkan di bibir saja tidak! Lalu siapa yang salah dan siapa yang kalah ?

Pepatah "habis manis sepah dibuang" kali ini sangat cocok denganku. Mungkin memori otakmu sudah lama eror sehingga tidak pernah mengingat bagaimana kamu menjujungku dengan tinggi dan sangat membutuhkanku dulu. Tapi kali ini nyatanya, melihat bola mataku saja kamu tak ingin. Lalu siapa yang salah dan siapa yang kalah ?

Hanya karena sesuatu hal, kamu pergi. aku tidak pernah menyesal tentang kepergianmu. Tapi yang aku sesalkan, kenapa aku harus menjalin sesuatu denganmu waktu itu. Sekarang, kita sangat jauh bahkan untuk kenalpun sepertinya sudah tidak lagi. Yang dulunya teman, sekarang melihatku saja kamu seperti sangat ketakutan. Apa aku menjijikan ? Atau mengancam hidupmu ? Lalu siapa yang salah dan siapa yang kalah ?

Berbagai cara aku mencoba untuk berbaik hati, membuka pertemanan agar tidak memutus tali silaturahmi. Tetapi kamu tetap diam, bahkan berjalan pergi. Hah, sungguh. Hey aku hanya ingin berteman saja !

Kalau sudah seperti ini, siapa yang salah dan siapa yang kalah ?

Menganti, 10 Februari 2015
Siapa yang salah dan siapa yang kalah ?