Rabu, 15 Oktober 2014

Tanya ?

Surabaya, akhir-akhir ini berhawa panas sekali. Bahkan kipas angin yang aku nyalakan tepat di depan wajahku ini rasanya tidak bisa menghilangkan hawa panas di kota rantauanku ini. Tapi, setidaknya membantu mendinginkan hawa yang ada di kamar mungilku ini. Kali ini, aku terduduk memandangi lantai kamarku sendirian. Memandangi telepon genggam yang sedari tadi tidak memunculkan suara. Ntah aku sedang menunggu atau apa, yang jelas aku tidak melepas pandanganku dari telepon genggam yang aku letakkan disampingku ini.

Setiap malam, setidaknya ada satu laki-laki yang mengirim pesan padaku dan memanggilku dengan sebutan "Sayang". Mengirimkan perhatian-perhatian kecil yang membuatku terkadang merasa sangat dicintai dan di perhatikan. Mengirimkan kata-kata "aku sayang kamu" yang membuat aku merasa sangat disayangi. Tapi, nyatakah semua ini ? Bahkan aku dan dia bukan sepasang kekasih. Kita sama-sama ingin sendiri.

Kita sama-sama tahu bahwa kita tidak akan bisa bersatu walau kita memiliki perasaan yang sama, perasaan yang entah disebut apa ini. Kita lebih memilih keadaan seperti ini. Kita yang memilih berada dalam zona nyaman tanpa harus memiliki komitmen dan tanpa harus memiliki status. Kita bukan sepasang kekasih, namun jika dibilang teman pun juga bisa diartikan lebih.

Untuk laki-laki pengundang tawaku, bolehkah aku bertanya padamu ? Siapa kita ?

Jumat, 10 Oktober 2014

Untuk kali ini, SUDAH CUKUP !

Bertemu lagi dengan sepi, selalu saja begitu. Aku sudah biasa dengan keadaan seperti ini. Semenjak hari itu, saat aku berusaha menghubungimu lagi hanya untuk mengetahui bagaimana kabarmu. Aku mendadak diam, dan menjadi sangat dia akhir-akhir ini. Kamu berubah, hanya itu yang aku tangkap dari percakapan kita melalui salah satu akun sosial mediaku. Aku sangat tahu kamu, tapi sekarang berbeda, aku bahkan tak mengenal sosokmu. Canggung, dingin yang aku rasakan. Segampang inikah kamu menghilangkan aku dari pikiranmu ? Kenapa aku tidak bisa dengan mudahnya menghilangkan kamu dari pikiranku sepertimu ?

Untuk kali ini, SUDAH CUKUP ! Sudah cukup segala kepedulian yang mengalir ini, aku lelah !

Minggu, 05 Oktober 2014

Selamat Berjuang Tuan.

Hei Tuan,

Kamu masih mengingatku ? Aku adalah gadis yang kamu tinggalkan dengan alasanmu yang ingin fokus dengan karirmu menjadi abdi negara. Aku adalah gadis yang dulu dengan setia selalu memberimu semangat untuk mencapai cita-citamu yang tidak mudah itu. Aku adalah gadis yang dengan setianya berada di belakangmu, berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Aku adalah gadis yang ingin mencapai kesuksesan bersama denganmu, saling menyemangati dan mendukung. Tapi kamu pergi dengan pilihanmu sendiri, meninggalkan aku dan mimpi kita. Memilih menemukan gadis lain yang hanya akan datang saat kamu sudah berpangkat. Dan memilih meninggalkan aku, gadis biasa yang selalu setia menemanimu dari titik nol menuju 
titik berhasilmu. Aku yang setia menemanimu berjuang, tapi kau tinggalkan.

Hei Tuan,

Kamu tahu apa yang aku lakukan semenjak kepergianmu ? Aku tidak pernah henti-hentinya menyemangatimu, mendukungmu, memberimu senyuman, menemanimu saat kamu lelah, memelukmu saat kamu merasa ingin berputus asa. Namun maaf Tuan, semua itu hanya bisa aku lakukan lewat doa disetiap aku mengingatmu. Aku masih setia dengan itu walaupun aku tahu aku sudah tidak diinginkan lagi. Karena aku tahu, kamu membutuhkan semangat yang lebih untuk mencapai cita-citamu walaupun yang kamu inginkan bukan dari aku.

Hei Tuan,

Aku adalah gadis yang tidak pernah hentinya menanyakan kabarmu kepada siapapun. Aku adalah gadis yang dengan beribu cara "kepo" tentang dirimu. Walaupun kamu tahu, aku sudah memilih untuk menghilang darimu. Tapi, aku tidak semudah itu melakukannya. Aku masih ingin memberimu semangat yang tidak pernah aku rubah dari pertama kita menjalin hubungan walaupun dengan cara yang berbeda sekarang.

Hei Tuan,

Aku adalah gadis biasa yang tidak ingin mengambil kesempatan disaat karirmu menanjak nantinya. Kamu tahu Tuan ? Aku tidak tergiur oleh pangkatmu. Aku gadis biasa yang hanya ingin menemani dan ditemani olehmu. Aku adalah gadis biasa yang ingin berjuang bersamamu, menggapai cita-cita bersama.

Hei Tuan,

Maaf sekali lagi aku akan menjelaskan, aku adalah gadis biasa yang setia menemanimu dari titik nol menuju titik berhasilmu. Aku yang setia menemanimu berjuang, tapi kau tinggalkan...

Magetan, 6 Oktober 2014
Selamat berjuang Tuan,
Jadilah abdi negara yang baik...

Rabu, 01 Oktober 2014

Untuk Malam Ini.

Untuk malam ini, aku akan berbicara tentang rindu. Ntah rindu yang bagaimana, yang jelas rindu ini aku tujukan padamu. Selama 11 minggu ini aku masih saja setia dengan doa-doaku. Aku juga masih saja setia dengan kenangan-kenangan ini. Ohiya, kamu tahu ? Ternyata kenangan kita sungguh manis. Tapi sayang sudah berakhir.

Untuk malam ini, aku akan berbicara tentang rasa. Ntah rasa yang bagaimana, yang jelas rasa ini aku tujukan padamu. Selama 11 minggu, aku masih saja setia dengan rasa ini. Rasa yang amat sangat mendalam. Yang membuatku tidak ingin sekalipun mmbuangnya hingga waktunya telah habis. Tapi sayang, mungkin rasamu telah hilang.

Untuk malam ini, aku akan berbicara tentang sepi. Ntah sepi yang bagaimana, yang jelas sepi ini selalu menemaniku. Selama 11 minggu ini, aku masih saja setia dengan sepi. Sepi yang membuatku ingin sekali berteriak dan memanggil namamu. Yang membuatku mengingat segalanya tentangmu. Tapi sayang, mungkin sepimu sekarang telah hilang, tidak lagi sama dengan sepiku.

Untuk malam ini, aku ingin sekali berbicara denganmu. Mengenai banyak hal yang telah terlewati. Untuk sekedar berkata : "aku masih sayang kamu" misalnya...

Surabaya, 1 Oktober 2014
Untuk malam ini...