Surabaya, akhir-akhir ini berhawa panas sekali. Bahkan kipas angin yang aku nyalakan tepat di depan wajahku ini rasanya tidak bisa menghilangkan hawa panas di kota rantauanku ini. Tapi, setidaknya membantu mendinginkan hawa yang ada di kamar mungilku ini. Kali ini, aku terduduk memandangi lantai kamarku sendirian. Memandangi telepon genggam yang sedari tadi tidak memunculkan suara. Ntah aku sedang menunggu atau apa, yang jelas aku tidak melepas pandanganku dari telepon genggam yang aku letakkan disampingku ini.
Setiap malam, setidaknya ada satu laki-laki yang mengirim pesan padaku dan memanggilku dengan sebutan "Sayang". Mengirimkan perhatian-perhatian kecil yang membuatku terkadang merasa sangat dicintai dan di perhatikan. Mengirimkan kata-kata "aku sayang kamu" yang membuat aku merasa sangat disayangi. Tapi, nyatakah semua ini ? Bahkan aku dan dia bukan sepasang kekasih. Kita sama-sama ingin sendiri.
Kita sama-sama tahu bahwa kita tidak akan bisa bersatu walau kita memiliki perasaan yang sama, perasaan yang entah disebut apa ini. Kita lebih memilih keadaan seperti ini. Kita yang memilih berada dalam zona nyaman tanpa harus memiliki komitmen dan tanpa harus memiliki status. Kita bukan sepasang kekasih, namun jika dibilang teman pun juga bisa diartikan lebih.
Untuk laki-laki pengundang tawaku, bolehkah aku bertanya padamu ? Siapa kita ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar