Selasa, 13 September 2016

Rasanya Seperti Kehilangan

Kita baru saja memulai...

Sedang berjalan di Bulan ke dua, rasanya semakin hambar saja.

Dari awal perkenalan yang hanya lewat media sosial BBM, kamu sudah menarik perhatian. Kita yang diperkenalkan oleh teman, membuka obrolan asyik lewat media tersebut. Saat itu, aku yang baru saja menyelesaikan kisah dengan seorang laki-laki bahkan melupakan kesedihanku karena kedatanganmu. Tanpa jeda, chating pun berjalan. Dan aku pun jatuh Cinta, jatuh Cinta tanpa bertemu.

Awal bertemu, aku semakin jatuh Cinta. Berada di pinggir danau kampus, melihat keadaan kampus yang ntahlah. Kita membuka obrolan pertemuan pertama kalinya. Masih kaku, masih canggung. Bahkan aku bingung harus berbicara apa. Yang aku tahu saat itu, aku senang bertemu sosokmu.

Semakin lama semakin dekat saja hubungan kita. Kamu memutuskan untuk menanyakan "Kamu mau jadi pacarku?" kepadaku. Sungguh, saat itu yang ada dipikiranku hanyalah "Apa tidak terlalu cepat?". Tetapi jawabanku "YA Aku mau".

Banyak yang bertanya, "Kamu serius sayang sama dia?" dan aku selalu berpikir pertanyaan macam apa itu? Banyak juga yang memberi nasehat, "Hati-hati, kamu baru kenal. Lihaten, jangan sampai menangis untuk kedua kalinya setelah Koko". Aku pun diam, bukankah hakikat mencintai adalah kehilangan. Tetapi saat itu aku tidak berpikiran bahwa aku akan kehilangan lagi dengan cara yang cepat.

Tapi nyatanya sekarang aku kehilangan, meski nyatanya dia tidak pergi. Aku kehilangan meski nyatanya dia masih ada untukku. Aku kehilangan sosoknya yang sejak awal menyenangkan. Aku kehilangan segalanya tentang dia, meski nyatanya dia masih dia.

Magetan, 13 September 2016