Selasa, 14 Juni 2016

Kita Bersekat Meski Dekat

Pertama bertemu, tidak ada niatan sedikitpun untuk jatuh cinta hingga sedalam ini. Karena aku tahu, kita tersekat meski dekat. Kita tidak mampu melangkah lebih karena kita sadar bahwa kita berbatas.

Hubungan yang sangat susah dijalani menurutku bukanlah sebuah hubungan yang dipisahkan jarak yang sangat jauh atau biasa disebut dengan LDR. Bukan juga hubungan yang salah satu pasangannya memiliki ego tinggi. Semua itu bisa disiasati; menurutku. Hubungan yang susah adalah saat kita menjalin hubungan dengan seseorang yang setiap hari kita dapat bertemu dalam setiap harinya tetapi tidak mampu saling mengutarakan apapun. Dapat duduk berdampingan tetapi tidak bisa saling berbicara. Dapat melihat apa yang dilakukan tetapi tak dapat mencoba menemani karena ada sekat dan batas yang tidak bisa dilewati. Berpura-pura hanya aku dan kamu saja tanpa adanya kita. berpura-pura semuanya tidak terjadi apa-apa.

Hanya sesekali waktu saja, obrolan terbuka antara kita. Aku menikmati saat-saat seperti itu. Menemaninya bermain game online kesukaannya, bernyanyi, dan mungkin makan. Merasakan sisi kekanak-kanakannya, dan kebiasaannya yang sangat jahil sehingga membuatku jengkel. Sesekali mendengarnya melantunkan ayat suci Al-Quran. Itu sudah cukup, meski harus kembali berpura-pura lagi setelahnya. 

Jika dari kita lupa dan akan melangkah lebih jauh lagi, selalu aku mengingatkan bahwa "Kita bersekat". Aku dan dia seperti berperang dan harus menang. Yang ada hanya doa, berharap semoga Allah dengan baik hati memenangkan peperangan yang kita lakukan nantinya dengan hadiah surga kelak.