Selasa, 24 Juni 2014

Masih Saja Menunggu (Kepekaanmu)

Malam ini, aku meneteskan airmata lagi disampingmu dan itu membuatmu bingung. Bahkan aku juga bingung, kenapa kepekaanmu selalu saja tidak pernah ada untuk aku.

Hanya karena satu ucapan darimu, bagian sensitifku (baca : hati) tergores lagi. Malam ini, aku berfikir yang seharusnya tidak ingin aku pikirkan, aku memang terlalu berlebihan memperlihatkan kita ke dunia maya (menurutmu). Bahkan mungkin kamu tidak ingin aku terlihat oleh mereka. Tapi tidak munafik, aku adalah perempuan yang ingin di perlihatkan ke mereka sebagai kekasihmu, walaupun sebagian besar mereka menganggap aku tidak sesempurna dari masa lalumu secara fisik.

Ntah bagaimana aku bisa berfikir seperti ini, aku memang seorang perempuan yang sangat sensitif dan bisa berfikiran macam-macam jika sudah seperti ini. Dan yang aku fikir saat aku menangis tadi adalah  aku tahu, aku bukanlah gadis yang memiliki paras yang cantik menurut sebagian laki-laki, bahkan sebagian orang. Aku hanya gadis yang memiliki tubuh pendek, kulit tidak putih, wajah tidak cantik, dan hanya keluar rumah dengan penampilan seadanya. Dan yang pasti membuat sebagian teman-temanmu berfikir bahwa aku tidak pantas untukmu dibanding dengan masa lalumu.

Aku tidak munafik, bahwa aku sering kesal jika merasa bahwa kamu tidak pernah memperlihatkan aku kepada mereka. Aku sering kesal jika status di facebook atau di akun BBM ku yang aku buat untukmu tidak pernah mendapat respon darimu. Bahkan aku tidak pernah melihat photo di akun facebook atau di akun BBM mu dengan photo kita. Aku hanya ingin kamu memperlihatkan aku sedikit saja ke mereka sayang. Hanya itu...

 
Maaf sayang, aku cenderung diam jika seperti ini. Karena aku memang tipe gadis yang tidak bisa mengungkapkan kesedihanku secara langsung. Aku hanya bisa menuangkan di tulisan-tulisan kacauku.

Magetan, 24 Juni 2014
Malam hari yang masih saja menunggu kepekaanmu.

Rabu, 18 Juni 2014

Tentang Cemburu Yang Keliru.

Sejak tadi malam, perasaan aneh muncul. Cemburu, ya perasaan itu bernama cemburu. Ntah datang dari mana cemburuku kali ini. Yang jelas aku tidak suka kamu bersama mereka...

Cemburu, sebenarnya aku berfikir untuk apa aku harus cemburu saat kamu bersama teman-temanmu. Toh, itu hakmu untuk berkumpul bersama mereka. Hanya saja aku merasa bahwa waktumu bersama teman-temanmu lebih lama daripada waktumu bersamaku. Ahh, aku memang seperti anak kecil yang menginginkan sedikit kepekaanmu. Aku seperti seorang anak balita yang menginginkan balon saat tidak di turuti oleh ibuk bapakku.

Cemburuku pun tak bertempat. Apa aku pantas untuk cemburu kepada teman-temanmu ? Tapi, inilah yang aku rasakan. Cemburu yang tidak tahu ntah asalnya darimana. Yang jelas aku ingin menggantikan posisi teman-temanmu saat ini juga dan menghabiskan waktu bersamamu.

Cemburuku pun membuat aku sesak. Disaat aku sendirian menunggu kepekaanmu siang ini agar kamu bertanya ada apa denganku, tapi kau tak kunjung juga bertanya. Bahkan kamu tidak mempedulikanku ( baca saja "gak ngreken" diamku ). Yang aku tahu, kamu sedang asyik siang ini bersama teman-temanmu.

Tentang cemburuku yang keliru, aku meminta maaf. Tapi yang jelas aku minta umtuk sedikit saja kamu peka terhadap perasaanku, dan terhadap diamku.

Magetan, 19 Juni 2014
Tentang cemburu yang keliru.