Sejak tadi malam, perasaan aneh muncul. Cemburu, ya perasaan itu bernama cemburu. Ntah datang dari mana cemburuku kali ini. Yang jelas aku tidak suka kamu bersama mereka...
Cemburu, sebenarnya aku berfikir untuk apa aku harus cemburu saat kamu bersama teman-temanmu. Toh, itu hakmu untuk berkumpul bersama mereka. Hanya saja aku merasa bahwa waktumu bersama teman-temanmu lebih lama daripada waktumu bersamaku. Ahh, aku memang seperti anak kecil yang menginginkan sedikit kepekaanmu. Aku seperti seorang anak balita yang menginginkan balon saat tidak di turuti oleh ibuk bapakku.
Cemburuku pun tak bertempat. Apa aku pantas untuk cemburu kepada teman-temanmu ? Tapi, inilah yang aku rasakan. Cemburu yang tidak tahu ntah asalnya darimana. Yang jelas aku ingin menggantikan posisi teman-temanmu saat ini juga dan menghabiskan waktu bersamamu.
Cemburuku pun membuat aku sesak. Disaat aku sendirian menunggu kepekaanmu siang ini agar kamu bertanya ada apa denganku, tapi kau tak kunjung juga bertanya. Bahkan kamu tidak mempedulikanku ( baca saja "gak ngreken" diamku ). Yang aku tahu, kamu sedang asyik siang ini bersama teman-temanmu.
Tentang cemburuku yang keliru, aku meminta maaf. Tapi yang jelas aku minta umtuk sedikit saja kamu peka terhadap perasaanku, dan terhadap diamku.
Magetan, 19 Juni 2014
Tentang cemburu yang keliru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar