Kamis, 28 Agustus 2014

Rasa yang Tiba-tiba (Untuknya)...

Ntah bagaimana caranya rasa ini muncul dengan tiba-tiba. Semenjak kita sering saling sapa lewat media sosial facebook, aku merasa ada yang aneh. Ntah perasaan apa, yang jelas aku menyukaimu. Ya segampang itu aku bisa menebak perasaanku. Setelah beberapa tahun kita tidak pernah bertemu, hingga akhirnya sekarang kita di pertemukan lewat akun media sosial ini.

Tidak banyak yang berubah semenjak pertama bertemu di TK, kamu masih seperti dulu. Hanya saja berubah menjadi laki-laki yang menurutku cukup membuat banyak wanita menyukaimu, mungkin termasuk aku. Aku hanya bisa melihatmu lewat photo profil facebookmu dan memberanikan diri menyapamu terlebih dulu lewat messenger facebok. Dan terkadang saat di tengah-tengah kita saling berkirim pesan, kamu tiba-tiba saja meninggalkan pesan yang aku kirim dan tidak membalasnya. Rasanya ada yang kurang saja.

Kamu, laki-laki pemilik alis tebal. Aku menyukai alismu, dari dulu. Dan entah kenapa, aku mulai menyukaimu hanya dengan melihat photomu di facebookku. Apa ini hanya perasaan sementara ?? Atau masih ada kelanjutannya ?? Ntahlah, yang jelas aku masih ingin sekali meneruskan saling sapa ini walaupun hanya lewat media sosial. Dan mungkin, aku berharap bisa lebih dari saling sapa lewat media sosial, seperti bertemu dan bercerita banyak hal mungkin.

Magetan, 28 Agustus 2014
Untuk laki-laki pemilik alis tebal.
Dariku ; yang menyukaimu.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Aku Yang Lebih Baik Tanpamu...

Setelah beberapa minggu aku merasa kehilangan sosokmu, sekarang aku mulai biasa saja. Aku mulai biasa dengan kesendirianku yang ternyata begitu mengasyikkan. Dan perlahan kamu tergeser dan menghilang dari pikiranku. Ntah kenapa, sekarang aku mulai leluasa menjalani hari-hariku. Tanpa adanya kamu pun ternyata bisa seindah dan setenang ini. Walau aku tidak munafik bahwa terkadang memang aku merindukan sosokmu hadir.

Mungkin, aku sudah terlalu lelah menunggumu pulang. Dan mungkin aku sudah lelah memperjuangkanmu sejauh ini tanpa adanya timbal balik darimu. Tidak usah kawatir dengan keadaanku sekarang, lihat, aku baik-baik saja dan sangat baik-baik saja tanpamu bukan ?? Aku masih bisa tertawa, bahkan sangat puas. Aku masih bisa bernafas, bahkan sangat lega. Betapa menyenangkannya menjadi aku sekarang.

Dan sekarang, aku lebih memilih untuk sendiri hingga Sang Pencipta membawaku pada hati yang tepat. Aku tidak akan mengusikmu lagi seperti keinginanmu. Aku tidak akan mengharapkanmu lagi. Dan seperti kata Bapak bahwa, aku lebih baik tidak mengharapkanmu lagi dan bisa membuka lembaran baru tanpamu.

Aku sangat berterima kasih kepadamu karena kamu telah mengajarkan sesuatu hal yang membuatku lebih baik dari biasanya. Pergilah, aku tidak ingin kamu kembali untuk kali ini. Kecuali Tuhan mempertemukan kita sebagai jodoh sebagaimana mestinya beberapa tahun lagi...

Magetan, 24 Agustus 2014
Aku yang lebih baik tanpamu...

Kamis, 21 Agustus 2014

Aku Hanya Ingin Lari...

Kali ini, aku lelah. Aku seperti ada di lorong gelap, duduk termangu menatap dinding-dinding yang catnya mulai hilang. Dan disini, yang aku tau aku hanya harus memilih lebih lama tinggal di lorong gelap ini atau berjalan perlahan menuju cahaya diseberang sana. Aku harus dengan cepat memutuskan aku harus bertindak bagaimana sekarang, karena jika tidak, aku akan terlalu lama berada dalam gelap yang sangat menyeramkan ini.

"Aku hanya ingin lari !" Teriakku untuk sekian kalinya. Namun, kakiku tidak bisa melakukannya. aku masih saja tetap diam disini, bahkan sampai aku menangis tersedu-sedu. "Aku hanya ingin lari, itu saja". Ucapku pelan di balik tangisku hingga tak terdengar. Hingga suatu ketika aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku berbisik "Ayo lari bersamaku". Dia, mengajakku berlari setelah 2 tahun setengah aku lupakan begitu saja. Dia merangkul, menemani aku di dalam lorong dan membantuku berdiri walau aku amat sangat tertatih. "Ya, temani aku berlari". Harapku.

Terima kasih selama ini membantuku berlari walau lariku tidak sekencang biasanya. Terima kasih kamu telah menemukan aku lagi saat laki-laki itu meninggalkan aku di lorong gelap. Aku bersyukur memiliki teman sepertimu.

Magetan, 22 Agustus 2014.

Senin, 11 Agustus 2014

Aku Hanya Ingin Jatuh Cinta Lagi.

Sudah sering aku mendengar mereka berkata bahwa aku harus melupakan kisah yang baru saja berakhir sebulan yang lalu. Dan sudah sering juga aku mencoba melupakan dan memberi sugesti pada diriku sendiri bahwa aku harus melupakan, tapi ntah hati ini berkata belum saatnya untuk dilupakan. 

Sudah kurang lebih sebulan yang lalu, dia meninggalkan aku dan mimpi-mimpi kita yang dulu telah kita bicarakan. Dan sudah kurang lebih sebulan yang lalu aku memutuskan untuk mencintai dia secara diam-diam. Yaa, ini bukan kali pertama aku mencintai seseorang secara diam-diam. Dulu aku pernah mencintai seseorang secara diam-diam selama 3 tahun dan hasilnya nol. Dan jika kali ini aku harus mencintai kamu secara diam-diam dan hasilnya sama saja nol, aku tidak keberatan. Karena yang aku tahu, ini semua hanya masalah waktu saja hingga aku menemukan seseorang yang membuat aku jatuh cinta lagi. Karena pada dasarnya, cinta itu ada yang pergi dan ada yang datang, bukan ?

Sebenarnya aku ingin merasakan bagaimana jatuh cinta lagi dan seperti diselamatkan dari sakit yang luar biasa seperti kamu melakukannya dulu kepadaku, tapi sepertinya Tuhan belum mengijinkannya. Yang aku tau, aku masih dengan sangat senang menunggumu pulang ke hatiku lagi.

Kamu tau, bagaimana rasanya mencintai dalam diam seperti ini ? Haha, sakit yang paling utama. Aku sakit karena mencintai seseorang yang terlalu ambisius sepertimu. Aku sakit bila harus terus menunggumu kembali walau aku tau itu tidak akan mungkin. Tapi, ntah kenapa aku masih memilih melakukannya sekarang. Sungguh memang aku adalah gadis bodoh yang mau dengan mudahnya menyia-nyiakan cintanya untuk seseorang yang tidak pernah berniat membalas cintaku.

Untuk hati yang merelakan cintanya untuk seseorang yang tidak pernah peduli, aku berdoa semoga ada yang lebih baik dari cinta ini esok.

Magetan, 11 Agustus 2014.