Kamis, 21 Agustus 2014

Aku Hanya Ingin Lari...

Kali ini, aku lelah. Aku seperti ada di lorong gelap, duduk termangu menatap dinding-dinding yang catnya mulai hilang. Dan disini, yang aku tau aku hanya harus memilih lebih lama tinggal di lorong gelap ini atau berjalan perlahan menuju cahaya diseberang sana. Aku harus dengan cepat memutuskan aku harus bertindak bagaimana sekarang, karena jika tidak, aku akan terlalu lama berada dalam gelap yang sangat menyeramkan ini.

"Aku hanya ingin lari !" Teriakku untuk sekian kalinya. Namun, kakiku tidak bisa melakukannya. aku masih saja tetap diam disini, bahkan sampai aku menangis tersedu-sedu. "Aku hanya ingin lari, itu saja". Ucapku pelan di balik tangisku hingga tak terdengar. Hingga suatu ketika aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku berbisik "Ayo lari bersamaku". Dia, mengajakku berlari setelah 2 tahun setengah aku lupakan begitu saja. Dia merangkul, menemani aku di dalam lorong dan membantuku berdiri walau aku amat sangat tertatih. "Ya, temani aku berlari". Harapku.

Terima kasih selama ini membantuku berlari walau lariku tidak sekencang biasanya. Terima kasih kamu telah menemukan aku lagi saat laki-laki itu meninggalkan aku di lorong gelap. Aku bersyukur memiliki teman sepertimu.

Magetan, 22 Agustus 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar