Sudah sering aku mendengar mereka berkata bahwa aku harus melupakan kisah yang baru saja berakhir sebulan yang lalu. Dan sudah sering juga aku mencoba melupakan dan memberi sugesti pada diriku sendiri bahwa aku harus melupakan, tapi ntah hati ini berkata belum saatnya untuk dilupakan.
Sudah kurang lebih sebulan yang lalu, dia meninggalkan aku dan mimpi-mimpi kita yang dulu telah kita bicarakan. Dan sudah kurang lebih sebulan yang lalu aku memutuskan untuk mencintai dia secara diam-diam. Yaa, ini bukan kali pertama aku mencintai seseorang secara diam-diam. Dulu aku pernah mencintai seseorang secara diam-diam selama 3 tahun dan hasilnya nol. Dan jika kali ini aku harus mencintai kamu secara diam-diam dan hasilnya sama saja nol, aku tidak keberatan. Karena yang aku tahu, ini semua hanya masalah waktu saja hingga aku menemukan seseorang yang membuat aku jatuh cinta lagi. Karena pada dasarnya, cinta itu ada yang pergi dan ada yang datang, bukan ?
Sebenarnya aku ingin merasakan bagaimana jatuh cinta lagi dan seperti diselamatkan dari sakit yang luar biasa seperti kamu melakukannya dulu kepadaku, tapi sepertinya Tuhan belum mengijinkannya. Yang aku tau, aku masih dengan sangat senang menunggumu pulang ke hatiku lagi.
Kamu tau, bagaimana rasanya mencintai dalam diam seperti ini ? Haha, sakit yang paling utama. Aku sakit karena mencintai seseorang yang terlalu ambisius sepertimu. Aku sakit bila harus terus menunggumu kembali walau aku tau itu tidak akan mungkin. Tapi, ntah kenapa aku masih memilih melakukannya sekarang. Sungguh memang aku adalah gadis bodoh yang mau dengan mudahnya menyia-nyiakan cintanya untuk seseorang yang tidak pernah berniat membalas cintaku.
Untuk hati yang merelakan cintanya untuk seseorang yang tidak pernah peduli, aku berdoa semoga ada yang lebih baik dari cinta ini esok.
Magetan, 11 Agustus 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar