Kamu tahu, aku sangat bahagia jika saudara-saudara dari bapak berkumpul ? Apa kamu tahu kalau aku sangat membanggakan kamu di depan mereka ? Sepertinya tidak. Dan sekarang, semua itu berubah menjadi ketakutan yang sangat membuat aku ingin segera lari saja dari hadapan mereka. Mereka selalu saja meluncurkan pertanyaan - pertanyaan yang menurutku bisa membunuh secara perlahan jika aku mengingat- ingat dan harus menjawab, bahkan orang tuaku pun selalu bertanya dan tidak ada habisnya bertanya. "Nduk, kamu putus ? Kenapa ? Ada apa ? Eman lho." Selalu itu -itu saja yang mereka tanyakan. Lalu aku harus menjawab bagaimana ? Apa aku harus terus menerus berbohong dihadapan mereka tentang kepergianmu ? Jika kamu tahu, bahkan sampai sekarang pun aku masih saja memperjuangkan kamu di hadapan mereka, aku masih saja memperjuangkan nama baikmu.
Mungkin ini adalah pertanyaan sepele yang bisa kamu jawab jika ada yang bertanya kepadamu. Tapi tidak dengan aku. Aku selalu tidak ingin mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang anggap saja bisa membuatku pingsan jika terus menerus di suguhkan kepadaku. Apa kamu bisa bantu aku untuk menjawab semuanya sayang ? Apa kamu bisa menatap mata mereka saat menjawabnya sayang ? Mereka pun tahu, sampai sekarang aku sedang tidak baik-baik saja semenjak kamu tinggalkan. Yang aku bisa lakukan adalah tersenyum dan berkata "kita sudah saatnya terlepas mbak / mas, Aku kurang baik untuk dia''. Hanya itu, dan munafik bukan ???
Magetan, 28 Juli 2014
Hari Raya tanpa kamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar