Selasa, 20 Oktober 2015

PEDULI

Mungkin peduliku terlalu, mengejar-ngejarmu dengan hal yang menurutmu sangat tidak penting. Membuatmu semakin malas untuk melihatku sebagai perempuan yang selalu ingin berada di sampingmu dan memperhatikanmu.

Mungkin peduliku terlalu, karena kamu memang tidak mengerti apa itu arti peduli. Membiarkanku selalu peduli namun tak dipedulikan. Menganggap segalanya biasa saja padahal dulu kita sama-sama pernah saling peduli. Hanya saja sekarang pedulimu telah habis dimakan waktu dan tinggal aku yang masih memiliki peduli sangat menumpuk.

Mungkin peduliku terlalu, kepada kamu yang sudah tidak lagi ingin mendapat rasa peduli dari aku. Padahal aku sangat mengkhawatirkan hidupmu yang aku tahu sangat berat sekali. Aku hanya ingin menjadi tempat keluh kesahmu seperti dulu, tapi kau masih saja berdiam menganggap peduliku terlalu berlebihan.

Jika aku bisa merubah segala rasa peduliku ini, aku ingin menguranginya. Agar kamu tidak lagi malas dengan peduliku. Tetapi aku tidak bisa. Rasa itu masih sama. Tapi kau tidak pernah tahu rasa peduliku yang membuatku menjadi gelisah karena mengkhawatirkanmu.


Maaf dengan rasa peduliku, aku belum terbiasa untuk menjadi tidak memiliki perasaan terhadapmu...