Rabu, 28 Mei 2014

Ingatan Luka.

Tentang memori lalu, saat aku teringat apapun perkataan yang menyakitkan. membuat ulu hati nyeri bukan main. Apakah benar aku seseorang yang antagonis ? perebut ? ntahlah...

Malam ini, seharusnya aku sudah tertidur pulas, aku memang sudah berniat lebih awal merangkai mimpi malam ini. Tapi nyatanya aku tidak bisa. Aku teringat perkataan yang benar-benar sangat menyakitkanku. Ah, mungkin kamu pikir aku adalah seorang perempuan yang terlalu mendramatisir semua yang ada. Tapi, inilah kenyataanya. Aku tak mendramatisir apapun karena memang aku adalah perempuan yang sangat sensitif. Aku hanya bisa diam jika bagian paling sensitifku (sebut saja : hati) tersentuh dengan luka.

Tentang luka itu, aku masih saja menyimpannya. Sebenarnya, aku ingin sekali melupakan, tapi kenyataannya yang terjadi memang aku tidak bisa melupakan. Aku hanya menyesal, kenapa aku sangat sensitif sekali dengan hal-hal yang seperti ini.

Aku masih ingat saat aku menangis di depanmu menceritakan tentang ini semuanya. Dan kamu pun mengusap airmataku sambil berkata "sudah jangan hiraukan mereka. Semua yang menjalani kita" kata-kata itu masih saja aku ingat dan masih saja menjadi peganganku disaat aku teringat segalanya. Aku hanya tidak ingin di cap sebagai perempuan yang seperti itu sayang. Hanya ituuu... Dan kamu pasti tahu.

Surabaya, 28 Mei 2014
Tentang memori lama,
kata yang membuat luka....

Sabtu, 24 Mei 2014

Ucapan Rutin Selamat Malam Minggu

"Selamat malam minggu"
Ucapan itu selalu rutin aku ucapkan lewat akun BBM ku, setiap malam minggu tiba. Ntah apa yang mendorongku mengucapkan itu, yang jelas aku merindukan malam minggu kita di tempat biasa. Dimana kita masih bisa bersua.

Malam minggu kita yang sekarang tidak sama dengan malam minggu kita yang dulu. Sekarang, hanya ada ucapan-ucapan yang ada di akun BBMku dan tanpa balasan timbal balik darimu. Aku merindukan kita duduk berdua di malam minggu seperti biasanya...

Untuk ucapan-ucapan itu, ntah sudah berapa kali aku mengucapkannya. Yang jelas setiap malam minggu aku mengucapkan "selamat malam minggu'' lewat akun BBMku tanpa bersua denganmu. dan sesungguhnya, aku ingin melihat responmu membaca personal message ku, tapi ah... pasti responmu sama saja. Tidak memberi timbal balik ucapan-ucapanku karena memang kamu adalah tipe lelaki yang tidak ingin memperlihatkan hubungan ke banyak orang. Tapi, aku tidak salah kan jika aku menginginkan kamu sedikit saja membuka tentang kita ke mereka ?

"Selamat Malam Minggu" ntahlah, sudah berapa ucapan "selamat malam minggu" lewat akun BBM ku yang aku ucapkan ke kamu tanpa bersua.

Surabaya, 24 Mei 2014
Ucapan rutinku untukmu...

Sabtu, 10 Mei 2014

Untuk Tuan yang Akan Mendaki Kesuksesan.

Hai Tuan, bagaimana dengan mimpimu di kedepannya kelak ? Apakah masih saja sama. Menjadi abdi negara yang bertanggung jawab. Tuan, aku bangga memilikimu....

Tuan, menjadi abdi negara itu berat. Tidak seperti yang orang lain pikirkan. Menjadi abdi negara itu harus memiliki tanggung jawab yang besar, yang jelas untuk negaranya sendiri. Bukan hanya membangga-banggakan pangkat yang kau peroleh saja Tuan. Yang jelas, lakukan dengan ikhlas dan tulus.

Tuan, mimpimu adalah kebanggaan bapak dan ibumu. Juga kebangganmu. Bahkan, itu menjadi kebanggaan setiap orang yang menginginkannya. Kamu harus berusaha Tuan.

Tuan, aku akan menemanimu mendaki. setidaknya hingga Tuan sampai pada akhir pendakian. Setelah itu, terserah Tuan mau dengan siapa menghabiskan kesuksesan nantinya. Karena takdir Tuhan tak selamanya sama dengan apa yang kita inginkan.

Jangan lupa Tuan, jaga juga kesehatanmu seperti kamu menjaga negeri ini. Jangan di sepelekan, karena kamu juga manusia biasa. Dan jangan lupa dengan Tuhanmu nantinya.

Percayalah, kamu bisa....

Surabaya, 10 Mei 2014.
Sedikit nasehat untukmu yang akan mendaki, menapaki kesuksesan.

Kamis, 01 Mei 2014

Kamu dan Cemburumu...

Maaf, aku membuat cemburumu membara lagi. Membuat kamu merasa harus menyudahi kisah ini. Maaf, aku membuat cemburumu merusak semua perjuangan kita. Dan maaf, karena sikapku membuat kita hampir terlepas. Tapi yang jelas, aku tidak memiliki niatan apapun seperti yang kamu pikirkan.

Malam tadi, semua begitu membuatku bungkam. Menahan semua airmata yang menyuruhku untuk segera mengeluarkannya. Kamu bersama argumen-argumenmu masih saja mengejar aku. Sedangkan aku dengan berbagai argumenku tetap saja tidak bisa mengalahkan semua argumenmu. Kamu mengatakan bahwa kamu cemburu, itulah alasanmu sehingga kamu bisa mengeluarkan kata-kata perpisahan yang sebenarnya tidak ingin aku dengar.

Tentang cemburumu... aku meminta maaf tentang sikapku yang membuatmu merasa tersakiti. Tentang cemburumu... Aku tidak memiliki niatan apapun untuk membuatmu cemburu karena membaca salah satu tulisanku di blog yang pernah aku tuliskan. Namun dengan cemburumu, aku dapat mengerti bahwa kamu benar-benar mencintaiku.

Maaf sayang, aku menyakitimu hanya karena aku dan masa laluku. Tapi mengertilah, semua tidak seperti yang kamu pikirkan.

Dan terima kasih sayang, terima kasih karena kamu masih ingin melanjutkan perjuangan kita lagi dan menarik semua kata-kata yang taidak ingin aku dengarkan. Terima kasih kamu telah menggenggam tanganku lagi dan memberi sebuah kekuatan bahwa memang kita harus berjuang melanjutkan kisah ini.

Magetan, 2 Mei 2014
Tentang cemburumu yang membuat kita hampir terlepas.