Tentang memori lalu, saat aku teringat apapun perkataan yang menyakitkan. membuat ulu hati nyeri bukan main. Apakah benar aku seseorang yang antagonis ? perebut ? ntahlah...
Malam ini, seharusnya aku sudah tertidur pulas, aku memang sudah berniat lebih awal merangkai mimpi malam ini. Tapi nyatanya aku tidak bisa. Aku teringat perkataan yang benar-benar sangat menyakitkanku. Ah, mungkin kamu pikir aku adalah seorang perempuan yang terlalu mendramatisir semua yang ada. Tapi, inilah kenyataanya. Aku tak mendramatisir apapun karena memang aku adalah perempuan yang sangat sensitif. Aku hanya bisa diam jika bagian paling sensitifku (sebut saja : hati) tersentuh dengan luka.
Tentang luka itu, aku masih saja menyimpannya. Sebenarnya, aku ingin sekali melupakan, tapi kenyataannya yang terjadi memang aku tidak bisa melupakan. Aku hanya menyesal, kenapa aku sangat sensitif sekali dengan hal-hal yang seperti ini.
Aku masih ingat saat aku menangis di depanmu menceritakan tentang ini semuanya. Dan kamu pun mengusap airmataku sambil berkata "sudah jangan hiraukan mereka. Semua yang menjalani kita" kata-kata itu masih saja aku ingat dan masih saja menjadi peganganku disaat aku teringat segalanya. Aku hanya tidak ingin di cap sebagai perempuan yang seperti itu sayang. Hanya ituuu... Dan kamu pasti tahu.
Surabaya, 28 Mei 2014
Tentang memori lama,
kata yang membuat luka....