Maaf, aku membuat cemburumu membara lagi. Membuat kamu merasa harus menyudahi kisah ini. Maaf, aku membuat cemburumu merusak semua perjuangan kita. Dan maaf, karena sikapku membuat kita hampir terlepas. Tapi yang jelas, aku tidak memiliki niatan apapun seperti yang kamu pikirkan.
Malam tadi, semua begitu membuatku bungkam. Menahan semua airmata yang menyuruhku untuk segera mengeluarkannya. Kamu bersama argumen-argumenmu masih saja mengejar aku. Sedangkan aku dengan berbagai argumenku tetap saja tidak bisa mengalahkan semua argumenmu. Kamu mengatakan bahwa kamu cemburu, itulah alasanmu sehingga kamu bisa mengeluarkan kata-kata perpisahan yang sebenarnya tidak ingin aku dengar.
Tentang cemburumu... aku meminta maaf tentang sikapku yang membuatmu merasa tersakiti. Tentang cemburumu... Aku tidak memiliki niatan apapun untuk membuatmu cemburu karena membaca salah satu tulisanku di blog yang pernah aku tuliskan. Namun dengan cemburumu, aku dapat mengerti bahwa kamu benar-benar mencintaiku.
Maaf sayang, aku menyakitimu hanya karena aku dan masa laluku. Tapi mengertilah, semua tidak seperti yang kamu pikirkan.
Dan terima kasih sayang, terima kasih karena kamu masih ingin melanjutkan perjuangan kita lagi dan menarik semua kata-kata yang taidak ingin aku dengarkan. Terima kasih kamu telah menggenggam tanganku lagi dan memberi sebuah kekuatan bahwa memang kita harus berjuang melanjutkan kisah ini.
Magetan, 2 Mei 2014
Tentang cemburumu yang membuat kita hampir terlepas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar