Hei Tuan,
Kamu masih mengingatku ? Aku adalah gadis yang kamu tinggalkan dengan alasanmu yang ingin fokus dengan karirmu menjadi abdi negara. Aku adalah gadis yang dulu dengan setia selalu memberimu semangat untuk mencapai cita-citamu yang tidak mudah itu. Aku adalah gadis yang dengan setianya berada di belakangmu, berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Aku adalah gadis yang ingin mencapai kesuksesan bersama denganmu, saling menyemangati dan mendukung. Tapi kamu pergi dengan pilihanmu sendiri, meninggalkan aku dan mimpi kita. Memilih menemukan gadis lain yang hanya akan datang saat kamu sudah berpangkat. Dan memilih meninggalkan aku, gadis biasa yang selalu setia menemanimu dari titik nol menuju
titik berhasilmu. Aku yang setia menemanimu berjuang, tapi kau tinggalkan.
Hei Tuan,
Kamu tahu apa yang aku lakukan semenjak kepergianmu ? Aku tidak pernah henti-hentinya menyemangatimu, mendukungmu, memberimu senyuman, menemanimu saat kamu lelah, memelukmu saat kamu merasa ingin berputus asa. Namun maaf Tuan, semua itu hanya bisa aku lakukan lewat doa disetiap aku mengingatmu. Aku masih setia dengan itu walaupun aku tahu aku sudah tidak diinginkan lagi. Karena aku tahu, kamu membutuhkan semangat yang lebih untuk mencapai cita-citamu walaupun yang kamu inginkan bukan dari aku.
Hei Tuan,
Aku adalah gadis yang tidak pernah hentinya menanyakan kabarmu kepada siapapun. Aku adalah gadis yang dengan beribu cara "kepo" tentang dirimu. Walaupun kamu tahu, aku sudah memilih untuk menghilang darimu. Tapi, aku tidak semudah itu melakukannya. Aku masih ingin memberimu semangat yang tidak pernah aku rubah dari pertama kita menjalin hubungan walaupun dengan cara yang berbeda sekarang.
Hei Tuan,
Aku adalah gadis biasa yang tidak ingin mengambil kesempatan disaat karirmu menanjak nantinya. Kamu tahu Tuan ? Aku tidak tergiur oleh pangkatmu. Aku gadis biasa yang hanya ingin menemani dan ditemani olehmu. Aku adalah gadis biasa yang ingin berjuang bersamamu, menggapai cita-cita bersama.
Hei Tuan,
Maaf sekali lagi aku akan menjelaskan, aku adalah gadis biasa yang setia menemanimu dari titik nol menuju titik berhasilmu. Aku yang setia menemanimu berjuang, tapi kau tinggalkan...
Magetan, 6 Oktober 2014
Selamat berjuang Tuan,
Jadilah abdi negara yang baik...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar