Rabu, 26 Maret 2014

Jauh.... (tapi aku tak meninggalkanmu)

 Masih aku ingat pertama kali aku meninggalkan desa itu, mengangkat tas dan barang bawaanku. Masih aku ingat saat aku menunggu kamu menjemputku untuk mengantarkanku pada bis yang akan membawaku pergi. Dan masih sangat aku ingat saat kamu tersenyum manis, dan seolah matamu berkata "sudah pergilah, kita akan baik-baik saja" semua membuat aku berat untuk melangkahkan kaki masuk pada bis yang telah menungguku.
saat aku sudah duduk manis dalam bis, aku masih ingat pesan yang kamu berikan lewat telepon genggammu. Kamu meminta aku untuk menjaga diri baik-baik dan jangan nakal disini. Aku tersenyum. Bukan...Bukan..., aku tidak tersenyum kala itu. Aku menangis. Ah ntahlah, aku tidak bisa mendeskripsikan aku sendiri pada waktu itu. Yang jelas aku sangat ingin kamu ikut menemani aku d kota ini.
Sekarang, kita berada dalam daerah yang berbeda. Kamu dan aku tidak lagi menghitung bintang di teras rumahku bersama. Sekarang, kita tidak lagi makan es krim bersama. Aku merindukan semua itu (sungguh). Apa kamu juga merindukannya ?
Sayang, mengertilah... aku jauh darimu bukan berarti aku meninggalkanmu. Aku masih ingat ketika airmataku jatuh, saat itu kamu bertanya "kapan kamu pulang?" dan aku menjawab "sabar, aku juga tidak tahu". Tenanglah sayang, aku pasti akan pulang, batinku.
Sayang, percayalah... kita akan baik-baik saja. Seperti pesan dari matamu yang pertama kali kamu sorotkan ke mataku waktu aku harus meninggalkan desa kita. Bertahanlah demi apapun, demi cinta yang telah kita jalin selama ini. aku tahu, kita kuat.
Sayang, aku merindukanmu...
Aku akan pulang...

Surabaya, 26 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar