Jumat, 28 Maret 2014

Aku mencintai hujan, terlampau mencintai...

Kali ini aku menikmati hujan sore hari disini, di teras rumahku. Aku menikmati setiap tetes hujan yang berjatuhan ditanah. Aku mencintai hujan, terlalu mencintai hujan.
Pikiranku terhepas ke masa lalu, dimana aku masih sering menikmati hujan bahkan mencumbuinya. Saat itu aku berumur kurang lebih 7 tahun. Hujan terlampau deras saat itu. Aku tidak bisa menahan keinginanku untuk menikmatinya. Aku berlari menemui ibu dan berkata dengan lagak manis seorang anak kecil "ibuk, apa aku boleh ujan-hujan sore ini ?". Ibu tidak mengijinkan, namun bapak memperbolehkan. aku berlari gembira layaknya anak kecil yang mendapat sesuatu yang dia inginkan. Aku membelah hujan, aku menikmati setiap tetes yang jatuh ditubuhku. Aku senang kala itu.
Aku mencintai hujan semenjak aku kecil. Aku lebih mencintai hujan semenjak ada dia (masa laluku), dia dan aku sama. Kita mencintai hujan, terlalu mungkin. Tapi, dia tidak mencintai aku. Sangat tidak mencintai aku setelah kejadian malam itu. Sudahlah, lupakan tentangnya. Kita sedang membahas hujan yang indah sekarang ini... Dan sekarang, aku masih mencintai hujan, bahkan sangat mencintai hujan daripada dulu. Bukan karena dia lagi, tetapi karena KAMU... ya kamu...
hujan di sore ini, terlampau indah dengan tetesan lembutnya, bau-bau tanah yang khas jika terbasahi hujan dan suara rintik-rintik yang menenangkan. oke... sekarang saatnya aku membelah hujan lagi, sebagai usia dewasaku bukan sebagai usia anak-anakku.
Magetan, 28 Maret 2014.
Hujan Sore Hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar