Jumat, 19 September 2014

Bu, Lelah...

Hari ini, aku tidak seperti biasanya. Aku tidak seceria biasanya. Yang aku lakukan hanya diam, bahkan saat teman-temanku mengajakku bercanda aku hanya tertawa seperlunya saja. Aku pun pulang dari kampus lebih awal dari biasanya, padahal masih ada yang harus aku kerjakan bersama teman-temanku di kampus, tapi yang aku rasakan aku hanya ingin pulang dan berbaring di kamar kecilku. Ntah kenapa, hari ini aku sangat lelah. Aku tidak bersemangat. Bahkan saat aku mengendarai motorku, aku dalam keadaan tidak baik-baik saja. Aku ingin menangis memeluk ibukku, itu yang aku inginkan.

Aku tidak ingin bercerita kepada ibuk jika aku lelah seperti ini. Aku hanya takut ibuk terlalu berpikir tentang aku yang jauh ini lalu sakit. Jika aku merasakan seperti ini, aku hanya mampu menangis di sudut kamarku sendirian. Dan itru cukup sedikit melegakan aku, walaupun tidak sepenuhnya.

Rasanya, tidak ada yang bisa mengerti lelahku ini. Tidak seperti dulu. Tidak seperti saat kamu masih menjadi milikku. Dulu jika aku lelah, aku selalu berkeluh kesah tentang kepenatanku disini ke kamu. Aku menghabiskan berpuluh-puluh pulsaku hanya untuk menelponmu dan mencari ketenangan lewat suaramu. Tapi sekarang, aku tidak bisa melakukannya. Yang bisa aku lakukan hanya melihat fotomu di ponselku dan mencari ketenangan lewat senyummu disana.

Buk, anakmu sedang lelah disini. Anakmu sedang tidak baik-baik saja disini. Aku ingin pulang buk. Aku ingin mencari ketenangan dengan cara seperti dulu, bergelayut dalam lenganmu dan tenggelam dalam peluk ibuk dan bapak. Aku merindukan kalian. Aku lelah membawa hati dan pukiran yang tak kunjung hilang dan lupa tentang masa laluku buk, pak...

Surabaya, 19 September 2014
Buk, Pak, anakmu lelah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar