Masih seperti biasa, aku masih selalu sendiri setiap malam. Setelah kamu pergi, aku belajar berteman dengan sepi. Aku belajar berteman dengan kenangan. Belajar bagaimana caranya melupa agar aku tidak selalu merasakan sakit yang sedemikian rupa. Kamu tahu bagaimana aku menyembunyikan rasa sakitku setiap harinya di depan mereka ? Susah sekali rasanya, tapi aku harus melakukannya.
Ohya, bagaimana kabarmu disana, Tuan ? Sudah lama tidak mendengar kabarmu semenjak aku memutuskan untuk melupa. Semoga saja kamu selalu baik dan dalam lindungan Tuhan. Aku masih selalu mendoakanmu. Kamu tahu ? Setiap malam aku menuliskan surat-surat elektronik untukmu melalui laptop merahku, lalu aku menuliskan memori-memori kita dulu di selembar kertas dan aku masukkan kedalam kardus agar tidak hilang nantinya. Sutau saat aku akan mengirim semuanya untukmu .
Aku masih ingat saat pertama kali kita bermain bersama ke suatu mall bersama teman-teman, bahkan aku masih sangat ingat tanggal berapa dan pukul berapa saat itu. Tidak ada yang aku lupakan semua tentangmu Tuan. Aku adalah gadis pengingat segala tentangmu. Padahal seharusnya aku melupakan semuanya agar sakitku ini tidak bertambah perah. Ntahlah, semakin aku paksakan untuk melupakan malah semakin aku mengingat semua tenatngmu Tuan.
Tuan, tunggu surat-surat ini ya... Aku akan mengirimnya nanti. Dan pastikan, kamu akan membaca surat-suratku nantinya. Jangan ditertawakan, jika mau menganggap aku adalah gadis bodoh silahkan. Tapi yang jelas, aku memiliki cinta yang tulus untukmu walaupun kamu melupakanku !
Surabaya, 22 Septeber 2014
Tentang surat-surat elektronikku,
akan aku kirimkan nanti jika sudah waktunya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar