Kamis, 10 April 2014

Aku di Mata Mereka.

Hari ini aku memberanikan diri menulis untuk hal yang selama ini aku rasakan tanpa bercerita kepadamu. Kamu tidak pernah tahu tentang ini (mungkin), karena aku memang menutupnya rapat-rapat untuk diriku sendiri. Ntah, apa yang ada dan entah apa yang aku rasakan ini benar adanya atau hanya perasaan saja.
Pertama kali aku menggenggam tanganmu, menetapkan kamu sebagai pengisi hidupku. Aku saat itu sangat senang. Tidak ada sedikitpun keinginan untuk melepaskanmu. Hingga sekarang. Namun, di mata mereka. Ohya, aku lupa belum memberitahumu siapa sebenarnya mereka. Mereka adalah teman-temanmu (maaf, jika aku berburuk sangka. Tapi inilah yang aku rasakan). Mereka seperti menatapku aneh. Di mata mereka, aku menemukan ketidakpantasanku untuk menggenggam tanganmu.
Ohh... ya aku tahu. Mungkin aku tertutup masa lalumu yang mereka tahu dia lebih dari segalanya untuk kamu. Aku hanya lebih tidak ada apa-apanya di banding dia.
Aku masih ingat saat aku mendapat sebuah perkataan yang menurutku itu lebih dari sangat menyakitkan. Tapi aku tak tau apa namanya, aku hanya bisa mengatakan itu lebih dari menyakitkan. Memojokkanku, seolah aku yang salah. Sialnya, perkataan itu dari salah satu mulut temanmu. Ya temanmu....
Aku juga masih ingat saat kita berada dalam satu tempat bersama teman-temanmu dan masa lalumu. Aku hanya bisa diam, menunduk. Aku ingin cepat pergi dari tempat itu. Ingin cepat menghindari tatapan yang membunuhkusaat itu. Dan itu dari teman-temanmu.
Kamu tahu, mungkin kamu baru tahu apa yang selama ini aku rasakan jika kamu membaca tulisanku. Ya, inilah aku di mata mereka (teman-temanmu). Di pandang sebelah mata dan tatapan menghujam. Maaf jika aku berburuk sangka, tapi inilah yang aku rasakan. Dan aku mohon, berhentilah menatapku seperti itu.

Tangisan semalam, 10 April 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar