Di cermin ini aku melihat gadis kecil yang sangat ceria. Aku menyukainya, aku menyukai kepribadiannya. Gayanya seperti tak memiliki beban apapun, dan seolah berkata "aku baik-baik saja, aku menikmati hidupku". Ntah, dia sangat mengasyikkan menurutku. Tidak tahu lagi jika menurut kalian.
Namun, siapa sangka. Gadis kecil yang sekiranya terlihat sangat menikmati hidupnya. Ternyata sebenarnya dia lebih sering menghabiskan airmatanya di kamar sempit. Curhat kepada Tuhannya tentang kehidupannya. Menangis di atas sajadah. Menengadah bersujud memohon kekuatan.
Dia gadis yang baik. Gadis yang tidak neko-neko. Dia apa adanya.
Bahkan dia terlalu apa adanya. Walaupun mungkin banyak orang yang mencibir atau mungkin memandang sebelah mata. Matanya tetap mengisyaratkan "inilah aku, inilah hidupku. Aku baik-baik saja".
Dia gadis kecil yang tidak ingin menyusahkan siapa pun. Bahkan kedua orang tuanya. Walau banyak yang bilang bahwa dia anak yang tidak mandiri, atau semacamnya. Toh mereka hanya bisa melihat dari kacamata mereka sendiri. Yang jelas dia tidak seperti itu.
Dia terlampau kuat, sangat kuat. bahkan melebihi kekuatan mereka si pencibir.
Airmatanya adalah dia, namun senyum terlebih lagi miliknya.
Aku melihatnya di balik cermin kamarku. Ya, itulah dia, gadis yang mencintai hidupnya. Gadis yang kuat menjalani setiap cobaan yang datang. karena dia yakin, Allah mencintainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar