Tentang kata yang sulit di ungkapkan sekarang. Kata yang membuatku hanya bisa terdiam menunduk lalu memejamkan mata dan menangis. Rindu. Ya, kata itu yang membuat aku menangis tadi siang, ketika teman-temanku sedang asyik-asyiknya menyanyikan lagu-lagu yang mereka nyanyikan siang tadi. Ntah apa yang terjadi. tidak seperti biasanya rindu ini sedemikian menguasai emosiku.
Tentang kita yang selama ini jauh. Dan sekarang sangat jauh karena kesibukanmu dan kesibukanku yang akhirnya menjadikan kita seperti tidak pernah ada lagi. Yang ada hanya kamu dan kesibukanku sedangkan aku dan rutinitasku, bukan lagi KITA dan cerita kita. Aku terlalu berharap kita bisa saling bercuap-cuap lewat telepon genggam kita masing-masing. Kita saling bergurau tanpa bersua, menghabiskan ribuan pulsa hanya untuk melampiaskan rindu. Namun sekarang, ringtone hpku pun jarang berbunyi dan pulsaku pun masih saja tetap utuh. Yang ada hanya pesan singkat-pesan singkat yang sangat singkat sekali. Aku muak....
Aku adalah perindu yang baik, aku selalu membawanya, menggenggamnya kemana-mana tanpa ku lepas sedikitpun. Aku bersabar menanti waktu kepulanganku dan bertemu kamu. Tapiiiii.... Apakah aku akan bertemu kamu nantinya saat aku pulang ? Sedangkan kamu masih saja berkutat dengan kesibukanmu. Aku tak mengerti mengapa semua harus terjadi. terhimpit rindu yang mendalam dan aku tidak bisa melepaskan rindu ini kepada siapapun.
Tentang rindu yang selama ini kita agung-agungkan. Tentang rindu yang selama ini kita jaga. Tentang rindu yang selama ini kita genggam. Aku masih saja sama, menyimpannya dalam sebuah tempat yang teraman dan akan aku berikan padamu nanti saat kita bersua.
Surabaya, 23 April 2014.
Tentang rindu yang terbungkus rapi di dalam hati.
Untukmu rindu ini ku persembahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar