Rabu, 29 April 2015

Bolehkah?

Bolehkah aku berharap, menunggumu pulang di depan pintu dan memelukmu kembali?
Setelah aku melewati bulan-bulan kesendirianku, aku selalu saja meyakinkan diriku bahwa aku baik-baik saja. Aku selalu berhasil bersembunyi di sepotong hati rapuhku. Tertawa riang layaknya tidak pernah terjadi apa-apa. Merasa tidak pernah kehilangan seorang lelaki yang berpengaruh di kehidupanku selama dua setengah tahun. Lelaki bermata sipit itu...

Bukankah aku hebat, bisa menyembunyikan semuanya dari siapapun. Bahkan aku lebih jago berakting dari aktris-aktris yang katanya jago berakting. Aku bisa menyembunyikan rasa yang sudah berakar, merasa bahagia sudah terlepas dan merasa aku baik-baik saja tanpa lelaki bermata sipit itu. Itu omong kosong, selama hampir 10 bulan ini hanya omong kosong.

Untuk kali ini aku menyerah. Jadi, bolehkah aku berharap menunggumu pulang di depan pintu dan memelukmu kembali? Karena aku lelah dan ingin bermain dengan mata sipitmu lagi seperti dulu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar