Kamis, 09 April 2015

R I N D U

Rindu? Ini kata yang membuat banyak orang sesak ketika bertemu dengannya. Satu kata yang selalu berhasil membuat gelisah. Kuat dan sangat kuat. Mengikat, sesak lalu menghancurkan segala konsentrasi yang tercipta. Rindu, bukan hanya kata biasa namun kata yang bisa melemahkan hati yang dihantuinya.
Rindu? Silakan deskripsikan sendiri bagaimana menurutmu. Bagiku, yang jelas rindu adalah seperti rasa yang membiarkanmu terjepit di dalamnya. Hanya bisa apa? Mungkin hanya bisa membuatmu mengeluarkan butir-butir bening dari mata coklat milikmu lalu berdoa agar semua bisa dengan mudah terlepas tanpa menuruti apa kemauan rindu sebenarnya.

Lalu bagaimana kamu berdamai dengan rindu yang semakin menjadi-jadi?

Itu pertanyaan sulit, lebih sulit dari soal Ujian Nasional yang aku tempuh beberapa tahun lalu. Yang jelas rindu adalah masalah yang sangat sulit terpecahkan. Terlebih lagi saat kita merindui orang yang jelas saja sudah tidak mungkin lagi kita sentuh. Tetapi hanya satu yang bisa aku lakukan ketika rindu mengetuk hatiku, yaitu melukis lekuk wajahmu di pejaman mataku. Walaupun itu belum membuat rinduku hilang. Setidaknya aku berhasil menemukan bayangan seseorang yang sedang ku rindukan bukan?

Lalu kalau sudah begitu bagaimana ?

Terlalu banyak tanya soal rindu, bahkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah muncul. Lebih tepatnya jarang sekali muncul. Bukankah itu hanya tentang satu kata yang dengan mudah sekali diucapkan oleh semua orang?

Coba ucapkan!

Rindu...

Rindu...

Rindu...
Mudah kan?

Tetapi mengapa sulit sekali untuk dideskripsikan? Ntahlah.

Jangan salahkan Rindu ketika memasuki hatimu terlalu dalam. Dia adalah rasa yang begitu suci dan polos. Biarkan saja, mungkin dia hanya ingin mengajakmu bernostalgia atau hanya sekadar ingin mengajakmu bermain dengan bayang-bayang seseorang.

Menganti, 9 April 2015
Tentang R I N D U.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar