Bolehkah aku memulai hidup dari awal, ber-reinkarnasi menjadi apapun atau siapapun agar dapat hidup bersamamu ?
Aku adalah seorang gadis yang selalu berada di belakang seorang lelaki yang hanya berstatus sebagai seorang sahabat. Lelaki yang selalu saja mencari gadis-gadis yang terbaik. Lelaki yang hidup dengan kesederhanaan. Lelaki yang setiap seluk beluknya aku ketahui. Lelaki yang tidak pernah canggung jika sebotol minum denganku. Lelaki yang selalu menemani setiap malamku saat aku dan dia sama-sama pulang ke kampung halaman. Dan lelaki yang di kasihi ibuk bapakku daripada lelaki-lelaki yang pernah datang ke rumahku.
Tidak dapat dimungkiri, persahabatan antara dua lawan jenis itu sangat susah sekali dipertahankan. Tetapi kali ini berbeda, kita bukan sama-sama saling tergoda. Lelaki itu masih sahabatku, lelaki itu masih menganggapku si lemot sahabatnya. Tetapi aku, mulai merasa takut kehilangan sosoknya. Mulai merasa kesal jika dia terlalu dekat dengan gadis lain. Aku mulai merasa tergoda dengan yang namanya cinta.
Tetapi aku tahu, aku dan dia tidak akan bisa menjadi sepasang kekasih seperti yang pernah aku impikan. Aku tahu, sampai kapanpun aku hanya berani berada di belakangnya dan menjadi yang selalu ada saat dia membutuhkan bantuan. Bahkan aku tahu, aku tidak akan bisa selalu berdekatan dengannya lagi karena aku bukan prioritas utamanya.
Kemarin malam, dia menyapaku lewat ujung telepon. Itu kegiatanku dan dia jika kita berdua memiliki bonus telepon yang masih tersisa banyak. Dia selalu bercerita banyak hal. Mengajakku bercanda, bernyanyi yang ntah itu lagu apa tetapi selalu berhasil membuatku tertawa terbahak-bahak dan membuatku kehilangan rasa kantukku, atau sekadar bertanya "piye kuliahmu?". Dan semua itu berhasil membuatku kehilangan rasa stresku yang disebabkan oleh tugas-tugas kuliah yang sedang banyak-banyaknya. Tetapi kemarin malam berbeda, dia bercerita bahwa dia menyukai seorang gadis yang juga sahabatnya dan temanku. Dia memintaku untuk memberi solusi bagaimana dan apa yang harus dia lakukan. Dan aku? aku memberinya solusi agar dia mengatakan perasaan yang dia miliki kepada gadis tersebut.
Aku tidak pernah sadar, kapan rasa itu muncul, Selesai, telepon ditutup dan akupun terdiam. Aku menerawang dan aku merasa akan kehilangan lelaki itu setelah mendengar ceritanya. Dia sahabatku, tetapi rasaku lebih dari itu.
Aku mencoba menangkis apapun yang aku rasakan, dan hari ini adalah saatnya dia mengatakan perasaannya kepada gadis itu. Aku? Aku hanya bisa menunggu kabarnya lewat teleponku malam ini.
Untuk sosok laki-laki yang selalu aku anggap abang, maaf aku memendam rasa yang tidak pernah ku sadari ternyata sudah sedalam ini. Maaf aku telah diam-diam mencintai sosokmu. Pergilah, kejar gadis impianmu! Tetapi mohon, jangan lupakan gadis lemot yang selalu membuatmu kesal saat lemot yang aku miliki ini kumat. Dan pulanglah saat kamu kecewa, aku akan membuatkan susu hangat kesukaanmu, sahabatku.
15 April 2015
Dari aku, gadis lemot sahabatmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar